pencarian beasiswa, hingga titik nadir. tujuankah?? atau bekerja

March 25th, 2009

suatu pencarian yang sangat sulit kawan..

banyak yang berpikiran seperti itu., kehidupan seakan bergulir

bagi teman2 yang merasa kepayahan dalam mecari beasiswa.. mungkin saya salahsatunya!! bukan hanya akrena birokrasi di kampus yang sulit. tapi juga kesempatan dan peluang yang terbatas.. hanya untuk jurusan tertentu saja!! tak paham aku, yang sebenarnya dan sepatutnya mengelola para mahasiswa yangs edang berjuang itu siapa??

kalaulah dikata, bisa. mungkin faktor X mempengaruhi tingkat kemajuan seseorang.

aku hanya berahrap birokrasi bisa ditegakan dengan kua.. pendidikan gratis menjadi tantangan yang sangat besar, diatas krisis yang sedang melanda. tapi mana mungkin ? pemerintah bisa mendapatkan dana seperti itu

ambil contoh, seorang sahabatku artin yulia, dia peringkat pertama selalu saat SMA. setiap semester,..

malah, keluarganya memang terkenal pintar. ehmm, patut di selidiki??

artin anak ke 3 dari 4 bersaudara, catatan sejarah. keluarganya pasti menjuarai peringkat pertama. kakaknya yang ke 1. malah juara umum d sekolah.. ke 3 nya tidak kuliah.. karena tidak ada biaya!!

oi, kakaknya yg ke 1 itu, kerja di yomart. dan lulus seleksi kuliah sambil kerja!! dahsyat..

waktu SMA 1 Karangpawitan Garut, aku di kelas IPA bersama gankster CITRA..

karima - artin -rani - erni- yulia -rina- meli- april

selalu bersama-sama, ehmm..  nah, mengenai peringkat, artin sebangku sama aku.. erni
ma meli rani- rina, yulia di kelas IPS, dan april ma yg lain..

untuk masalah peringkat siey..!! artin pertama, aku ke tujuh.. rani saingan ma aku.. kadg ditas bawah.. erni juga!!

rina ke 3

singkat cerita, ketika lulus.. yang kuliah masuk NEgeri hanya aku saja!!

erni masuk AKBID Garut

rani STKIP garut jurusa Biologi

rina bekerja

meli kerja

april matematika stkip

dan ketebak.. artin malah yang gak kuliah..

sangat disayangkan.. sedih banget!! dia jago saint menghitung,.. malah erni belajar ke artin untuk ngerjain matakuliahnya!!

wah… kehidupan susah di tebak..

The End

all about autistik_penasaran? mungkinkah kawan termasuk anak Autistik?

February 10th, 2009

Nama: Karima Nurfitria

Komentar mengenai artikel di Koran tentang Autistik

Dalam artikel tersebut, terdapat banyak sekali kerancuan penulis dalam penulisan kata”Autis” dan “Autisme”. Menurut Bandi Delphie yang telah membaca literature 45 buku baik dari dalam negeri dan luar negeri ,penulisan seharusnya “Autistik” karena kata –ik dalam kata”Autistik” berarti menunjukan kata sifat. Tulisan hanya berkisar seputar terapi okupasi sebagai penanganannya. Padahal banyak terapi lain yang tidak disinggung dalam penulisan artikel tersebut, misalnya : terapi Biomedik (focus penanganan pada pembersihan fungsi-fungsi abnormal pada otak), terapi integrasi sensoris (meningkatkan kematangan susunan saraf pusat), terapi Bermain, terapi perilaku, terapi fisik,terapi wicara, terapi music, terapi perkembangan, terapi visual, terapi medikamentosa (terapi obat-obatan ) dan terapi melalui makanan ( diet kasein dan gluten).

Yang berhak menentukan diagnosis bahwa anak mempunyai gejala Autistik adalah Guru SLB yang terjun secara langsung di dalam kelas, di Bantu oleh Psikolog anak dalam mengidentifikasi gangguan kejiwaan, perilaku dan kepribadian, Dari bagian medis yang bisa memberikan berbagai terapi diet/ makanan yang sangat penting untuk menjaga asupan gizi yang masuk pada tubuh, dan terapis yang membantu dalam proses pemulihan dan mobilitas anak luar biasa.

Sebelum memberi kesimpulan yang pasti tentang anak Autistik, maka kita harus melakukan dahulu diagnosa yang akurat dengan melakukan Asesmen Anak Autis. Untuk mengetahui adanya perbedaan perilaku anak Autistik dengan perilaku anak Normal.

Konsultasi merupakan tahap awal orangtua lebih memperhatikan anaknya, konsultasi bisa dilakukan langsung ke universitas yang ditunjuk sebagai Center bagi penyandang anak luar biasa se-Indonesia. Juga bisa mengkonsultasikan kepada Ahli Medis, Terapis, dan psikolog anak.

Penulisan dalam Artikel ini kurang berbobot, karena masih kurang dalam pemakaian tata bahasanya dan kurang dalam penanganan / tindakan yang nyata. Banyak terdapat kerancuan dalam penulisan kata,penulis tidak konsisten dalam identifikasikasus.

Pertanyaan

  1. apakah fungsi diet kasein dan Gluten untuk anak Autistik ?
  2. Anak Autistik sangat terkenal sebagai anak yang memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang tertentu, bagaimana agar masyarakat mengetahui bahwa Autistik di tangani oleh PLB? Sedangkan PLB kurang dikenal masyarakat, mereka lebih mengenal Autistik ditangani oleh Guru PLB ?
  3. Terapi banyak dilakukan oleh anak Autistik dalam penyembuhan, apakah ada terapi hemat lain yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk menangani anaknya yang mengidap Autistik ? apakah bisa disembuhkan?
The End

seminar krisis energy nasional,11 september di aula timur ITB

February 10th, 2009

Sampai kapankah kita akan mengalami krisis Energy ?

Sesuai dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat 2 yang berbunyi” Bumi, Air dan kekayaan Alam yang terkandung didalamnya, dikuasai oleh Negara dan dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat “

Indonesia adalah Negara kepulauan 17,508 Pulau terbesar di Dunia, populasi penduduk 222 juta (BPS 2006) terbesar ke 4 dunia adalah asset berharga Negara, cadangan minyak bumi yang tersebar di berbagai pulau Sumatera, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Jawa barat, Jawa Timur, Kep. Natuna. Dan berbagai potensi Alam lain yang sangat Potensial dikembangkan. Misal dalam Tambang, Gas, berbagai tumbuhan sangat subur di Indonesia. Malah bisa di sebut dengan Paru-Paru Dunia, karena Oksigen yang paling banyak

  1. energy apa saja yang sangat potensial di kembangkan ?
  2. apa upaya pemerintah, dalam mengembangkan sector energy ?
  3. permasalahan yang terjadi di Indonesia?
  4. solusi untuk pemerintah ?
The End

kata-kata Mutiara_pemberi Semangat Hidup!!! wajib baca

February 10th, 2009

We make a living by what we get, we make a life by what we give..-Winston Churchill

Hanya orang yang berani gagal besar yang dapat mencapai sukses besar. -. Robert F Kennedy .-

Warren Bennis dalam tulisannya, Becoming A Leader of Leaders, yang termasuk salah satu tulisan dalam buku lama, Rethinking The Future,
“What leaders must learn to do is develop a social architecture that encourages incredibly bright people, most of whom have big egos,
to work together successfully and to deploy their own creativity

Every experience, even a negative outcome, provides personal growth.
Courage is going from failure to failure without losing enthusiasm.
What doesn’t kill you only makes you stronger.
Success is a journey, not a destination.

“Keberanian tidak cuma ditunjukkan pada
saat berdiri dan berbicara, tetapi juga ketika duduk dan mendengarkan” SWC, 1874-1965

QS Al Hasyr [59]:7, “Supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu,” -

” The future is belong to who is believe in the beauty of their dream”- Eleanor Roosevelt

*  adakalanya kita perlu menjadi bos (telling what to do) dan
* ada kalanya (most of the time actually) kita berlaku sebagai pemimpin :
o mempunyai visi,
o membangun organisasi yang tepat : right person in the right job with the right structure,
o mengilhami,
o membangkitkan motivasi dan
o memungkinkan timnya untuk meraih sukses : mendapatkan ketrampilan yang dibutuhkan, membantu memecahkan masalah yang timbul dll.

Kapan kita perlu menjadi bos (telling what to do ) :

* kalau tim kita masih baru/belum mempunyai ketrampilan yang dibutuhkan
* dalam keadaan emergency ( misalnya ada kebakaran, ya kita harus kasih instruksi yang jelas apa yang harus dilakukan)

The most beautiful experience we can have is the mysterious. It is the
fundamental emotion that stands at the cradle of true art and true
science. Whoever does not know it and can no longer wonder, no longer
marvel, is as good as dead, and his eyes are dimmed. It was the
experience of mystery — even if mixed with fear — that engendered
religion. A knowledge of the existence of something we cannot penetrate,
our perceptions of the profoundest reason and the most radiant beauty,
which only in their most primitive forms are accessible to our minds: it
is this knowledge and this emotion that constitute true religiosity. In
this sense, and only this sense, I am a deeply religious man… I am
satisfied with the mystery of life’s eternity and with a knowledge, a
sense, of the marvelous structure of existence — as well as the humble
attempt to understand even a tiny portion of the Reason that manifests
itself in nature.” (Einstein beriman)

“A politician thinks of the next election, a statesman thinks of the next heneration” (James Freeman Clarke).

“I was standing all alone against the world outside. You were searching for a place to hide. Lost and lonely, now you’ve given me the will to survive”. Sebuah lagu lawas The Eagle dengan judul “Love will keep us alive”.

“Great minds discuss ideas, average minds discuss programs, low minds discuss people”

Dalam buku Tom Peters Essentials, Tom bilang ia ingin dikenang sebagai ” a player ” , he did not sit on the sidelines and watch the world go by….as it was undergoing  the most profound shift of basic premises…..

Indonesia butuh lebih banyak pemain, baik di dunia sepak bola, musik, politik, ekonomi, sosial dan pendidikan. Indonesia butuh orang-orang yang kalau melihat masalah merasa tertantang untuk memecahkannya. Indonesia butuh orang yang berani megambil resiko menjadi pemain :  Dibela oleh pendukungnya, di jelek-jelekan oleh lawannya. Dipuji-puji ketika sukses dan dicerca ketika gagal.

Karena pemain tidak suka gagal dan di cerca, mereka akan mempersiapkan diri dengan prima, agar berhasil dan membawa perubahan signifikan yang positif.

Jadi pemain yuk…..

Only brave warriors fall from their horses in battle
How can kneeling cowards know what a fall is?

“Courage is not the absence of fear, but rather the judgment that something else is more important than fear” — Ambrose Redmoon (1933-1996), American writer and rock music manager.

“aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”

(Sapardi Djoko Damono)

Dalam pandangan saya, orang Indonesia sering terjebak dalam “dilema
atau” (”the irony of OR”). Pilih “kaya” atau “idealis”. Pilih
“aktivitas kampus” atau “lulus cepat”. Pilih “ramah lingkungan” atau
“murah”. Dsb …

Bangsa lain lebih maju dari kita karena tak menyerah pada ironi.
Mereka menciptakan “the magic of AND”. Ini merupakan tantangan. Kita
mesti berpikir keras supaya bisa “kaya dan tetap idealis”, “aktif
dalam kemahasiswaan dan tetap lulus cepat”, “ramah lingkungan dan juga
murah”, dsb… Orang-orang putus asa terjebak dalam ironi dan menjadi
sinis. Orang-orang kreatif berani memiliki ambisi untuk menggapai
segalanya, dan berusaha keras untuk itu.

Bilamana ingin maju, bangsa kita mesti mengubah paradigma.

__._,_.___

The End

Peran seorang Tunanetra

February 10th, 2009

Peran Seorang Tuna Netra

Saya kira sudah menjadi pemandangan yang biasa, saat kita melihat seorang tuna netra yang berjalan di pinggir jalan untuk mengharap belas kasihan dari para pengguna jalan. Mereka duduk di pinggir jalan dengan sebuah kaleng, mangkuk, atau wadah lainnya untuk mengumpulkan receh dari orang-orang yang melewatinya. Ada juga yang berjalan menghampiri mobil-mobil yang berhenti dengan dipandu oleh orang yang bisa melihat.

Tuna netra sering kali dijadikan alasan untuk meminta belas kasihan. Kekurangan sering kali dijadikan alasan untuk tidak bekerja dan tidak berkarya. Boro-boro memberikan kontribusi kepada orang lain, untuk dirinya sendiri masih mengharapkan orang lain. Yang menjadi pertanyaan ialah apakah mereka tidak bisa atau tidak mau? Atau memang kita yang tidak pernah memberikan kesempatan kepada mereka?

Saya punya tetangga yang tuna netra, bahkan suami istri sama-sama tidak bisa melihat. Mereka memiliki beberapa orang putri yang cantik-cantik. Nemun mereka bisa hidup dengan layak tanpa harus berharap belas kasihan kepada orang lain. Mereka bisa menghidupi anak-anaknya tanpa harus menjadi peminta-minta.

Ah, itu belum seberapa. Ada seorang tuna netra yang berusaha mengumpulkan dana untuk disumbangkan ke suatu yayasan, dia tidak hanya memikirikan diri sendiri tetapi dia memikirkan orang lain lain. Dia tidak meminta belas kasihan dari orang lain, tetapi dia memberikan kontribusi kepada orang lain. Dan lebih hebatnya lagi dia bisa mengendarai sebuat pesawat terbang dalam rangka pengumpulan dana tersebut. Tidak percaya? Silahkan baca beritanya disini.

Anda boleh memiliki keterbatasan, karena manusia tidak ada yang diciptakan sempurna, tetapi tidak boleh menjadi alasan untuk memberikan kontribusi kepada orang lain. Insya Allah kita bisa, karena kita umat Islam adalah umat rahmatan lil’alamiin.

(http://www.motivasi-islam.com)

AW Corner

Minggu, 20-Juli-2008; 01:58:59 WIB
Aplikasi Gratis Untuk Akses Internet Tuna Netra
( 0 Komentar )
Oleh : Team Andriewongso.com

Akses internet bagi para penyandang tunanetra memang menjadi kesulitan tersendiri. Sering kali, keterbatasan mereka menjadi penghalang untuk mendapatkan berbagai informasi dari dunia maya. Walaupun ada bantuan software pembaca layar, namun belum tentu mereka mendapatkannya. Sebab, perangkat lunak untuk membantu kaum tunanetra berinternet ria serta bermain komputer  konon harganya mencapai US$ 1000.

Persoalan harga ini menimbulkan rasa iba bagi  Jeffrey Bigham. Karena itu, Jeffrey yang seorang mahasiswa ilmu komputer dari Universitas Brown berusaha mengembangkan sebuah aplikasi untuk para penyandang tunanetra secara gratis. Usahanya ini bisa dilihat dan diiunduh di alamat  http://webanywhere.cs.washington.edu.

Karya Jeffrey ini diberi nama WebAnywhere. Dari sisi kecanggihan, software ini cukup mumpuni. WebAnywhere dapat dibaca oleh browser kata per kata dan dapat didengarkan melalui pengeras suara. Hebatnya lagi, program ini dapat membaca tulisan baris per baris serta data dalam tabel.

Sayangnya, masih ada kesulitan dalam mengakses web bagi para tunanetra. Sebab, paling tidak untuk mengunduhnya mereka harus meminta bantuan orang lain dahulu untuk membantunya. Meski begitu, sang pembuat berasumsi akan mudah meminta bantuan orang lain untuk membantunya.

Sungguh sebuah kepedulian yang luar biasa dari seorang Jeffrey Bigham. Diharapkan dengan aplikasi buatannya para penyandang tunanetra dapat mengakses internet di mana saja.

(http://webanywhere.cs.washington.edu )

The End

upaya membudayakan pedagogik

February 10th, 2009

Upaya membudayakan pedagogik

Dalam dunia pendidikan kita mengenal pedagogik sebagai ilmu pendidikan anak, namun banyak para ilmuwan yang menyatakan bahwa pedagogik sebagai ilmu yang Otonom maksudnya bahwa Pedagogik memiliki ilmu yang tersendiri, sejajar dengan ilmu humanisme seperti ilmu politik,ekonomi, sosiologi dsb. Banyaknya masyarakat mulai menaruh perhatian pada pedagogik di dasarkan karena ketertarikan masyarakat untuk melakukan studi dalam rangka mengembangkannya lebih lanjut sebagai bentuk perhatian masyarakat pada pedagogik dan pada akhirnya mereka dapat mengaplikasikannya dalam praktek sehinggatidak akan mempercampuradukan antara cabang ilmu pedagogik dengan cabang ilmu lainnya.

Mengapa masyarakat mulai tertarik untuk mengaplikasikan pedagogik dalam praktek mendidik anak? Pertanyaan ini jelas memberikan tanda tanya besar pada masyarakat awam tentang kejelasan status pedagogik dan seberapa pentingnya pedagogiksebagai tolak ukur cara mendidik anak. Karena menurut masyarakat yang sudah menaruh perhatian pada pedagogik karena status keilmuan pedagogik memberikan keyakinan mengenai sifat kebenaran kegunaan sehingga mereka mau dan dapat mengaplikasikannya dengan suatu keyakinan dan harapan yang proporsional.

Semua itu tidak lepas dari peran serta guru dan orang tua sebagai pendidik utama anak.Guru sebagai pendidik,pengemban amanah orang tua di sekolah harus bisa menjadi penuntun anak didiknya, di Gugu dan di tiru. Maka guru harus memiliki kompetensi dalam profesinya. Kompetensi Guru merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh Guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2007 tentang Guru, dinyatakan bahwasanya  kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Kompetensi Guru tersebut bersifat menyeluruh dan merupakan satu kesatuan yang satu sama lain saling berhubungan dan saling mendukung.Kompetensi pedagogik yang dimaksud antara lain kemampuan pemahaman tentang peserta didik secara mendalam dan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik. Pemahaman tentang peserta didik meliputi pemahaman tentang psikologi perkembangan anak sedangkan Pembelajaran yang mendidik meliputi kemampuan merancangpembelajaran, mengimplementasikan pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.Sedangkan menurut PP tentang Guru, bahwasanya kompetensi pedagogik Guru merupakan kemampuan Guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik.

Pemahaman landasan atau status kependidikan guru misalnya, guru harus memiliki latar belakang kependidikan keilmuan sehingga memiliki keahlian baik secara akademik dan intelektual . untuk menunjang suatu pembelajaran harus sesuai dengan status kependidikan latar belakang keilmuan ,bahwa guru harus memiliki pengalaman dan pengajaran dalam kelas. Pengalaman di dasarkan bagaimana guru tersebut mengerti keadaan anak dan mengerti psikologi perkembangan anak sehingga Guru dapat membimbing dan memotivasi anak dalam pengajaran di kelas serta mampu membimbing anak melewati masa – masa sulit sesuai dengan perkembangan anak melalui pendekatan yang benar dan tepat, karena setiap anak memiliki kebutuhan berbeda – beda.

Guru juga harus mampu dalam pengembangan silabus atau kurikulum pendidikan nasional di sesuaikan dengan kurikulum sekolah yang secara spesifik sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anak. Misal dalam perencanaan pembelajaran di kelas, guru harus bisa dalam merencanakan dari awal sampai akhir aktivitas kegiatan belajar mengajar secara strategis danberbagai kemungkinan yang terjadi sesuai dengan Sumber daya yang ada. Misal kita bisa mencontoh jepang dalam memanfaatkan sumber daya yang ada dari alam sekitar, meskipun Jepang adalah Negara dengan teknologi yang tinggi tapi Jepang melakukan pembelajaran dengan Alam, anak didiknya di suruh memungut benda – benda yang bisa di manfaatkan di lingkungan sekitar kemudian guru mengkreasikan benda tersebut menjadi bermanfaat dan bernilai jual.

Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis. Guru menciptakan situasi pembelajaran bagi anak yang aktif, kreatif, edukatif dan menyenangkan (PAKEM), belajar adalah suatu aktifitas secara sadar yang tadinya tidak bisa menjadi bisa itu adalah proses belajar. Memberikan ruang yang luas bagi anak untuk dapat mengeksplor potensi dan kemampuannya sehingga dapat dilatih dan dikembangkan sesuai dengan potensi anak.

GURU

GURU

KURIKULUM

MATERI

SISWA

KURIKULUM MATERI
SISWA

Dalam penyelenggaraan pembelajaran, guruharus mampu menggunakan teknologi sebagai media. Menyediakan bahan belajar dan mengadministrasikan dengan menggunakan teknologi informasi. Membiasakan anak berinteraksi dengan menggunakan teknologi. Namun itu juga tidak lepas dari pengawasan guru dan masih tetap menggunakan media alam sebagai pembanding ilmu.

Pada akhir pembelajaran, guru harus mengevaluasi hasil belajar yang telah dicapai tujuannya yaitu untuk mengetahui hasil dan kemampuan anak saat mengikui pembelajaran sehingga guru dapat mengenali potensi anak dan bisa mengaktualisasikan potensi yang dimiliki.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan ini adalah dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas dan asessmen setiap anak mengenali potensi anak dan menemukan solusi dalam pembelajaran yang tepat di kelas. Penelitian tindakan kelas, berbasis pada perencanaan dan solusi atas masalah yang dihadapi anak dalam belajar. Sehingga hasil belajar anak dapat meningkat dan target perencanaan guru dapat tercapai. Pada prinsipnya, Kesemua aspek kompetensi pedagogik di atas senantiasa dapat ditingkatkan melalui pengembangan kajian masalah dan alternatife solusi.

The End

meneliti Artikel tentang Autis, yang diterbitkan PR pada akhir agustus 2008

February 5th, 2009

Nama: Karima Nurfitria

Kelas/Jurusan: B / PLB 2007

Komentar mengenai artikel di Koran tentang Autistik

Dalam artikel tersebut, terdapat banyak sekali kerancuan penulis dalam penulisan kata”Autis” dan “Autisme”. Menurut Bandi Delphie yang telah membaca literature 45 buku baik dari dalam negeri dan luar negeri ,penulisan seharusnya “Autistik” karena kata –ik dalam kata”Autistik” berarti menunjukan kata sifat. Tulisan hanya berkisar seputar terapi okupasi sebagai penanganannya. Padahal banyak terapi lain yang tidak disinggung dalam penulisan artikel tersebut, misalnya : terapi Biomedik (focus penanganan pada pembersihan fungsi-fungsi abnormal pada otak), terapi integrasi sensoris (meningkatkan kematangan susunan saraf pusat), terapi Bermain, terapi perilaku, terapi fisik,terapi wicara, terapi music, terapi perkembangan, terapi visual, terapi medikamentosa (terapi obat-obatan ) dan terapi melalui makanan ( diet kasein dan gluten).

Yang berhak menentukan diagnosis bahwa anak mempunyai gejala Autistik adalah Guru SLB yang terjun secara langsung di dalam kelas, di Bantu oleh Psikolog anak dalam mengidentifikasi gangguan kejiwaan, perilaku dan kepribadian, Dari bagian medis yang bisa memberikan berbagai terapi diet/ makanan yang sangat penting untuk menjaga asupan gizi yang masuk pada tubuh, dan terapis yang membantu dalam proses pemulihan dan mobilitas anak luar biasa.

Sebelum memberi kesimpulan yang pasti tentang anak Autistik, maka kita harus melakukan dahulu diagnosa yang akurat dengan melakukan Asesmen Anak Autis. Untuk mengetahui adanya perbedaan perilaku anak Autistik dengan perilaku anak Normal.

Konsultasi merupakan tahap awal orangtua lebih memperhatikan anaknya, konsultasi bisa dilakukan langsung ke universitas yang ditunjuk sebagai Center bagi penyandang anak luar biasa se-Indonesia. Juga bisa mengkonsultasikan kepada Ahli Medis, Terapis, dan psikolog anak.

Penulisan dalam Artikel ini kurang berbobot, karena masih kurang dalam pemakaian tata bahasanya dan kurang dalam penanganan / tindakan yang nyata. Banyak terdapat kerancuan dalam penulisan kata,penulis tidak konsisten dalam identifikasikasus.

Pertanyaan

  1. apakah fungsi diet kasein dan Gluten untuk anak Autistik ?
  2. Anak Autistik sangat terkenal sebagai anak yang memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang tertentu, bagaimana agar masyarakat mengetahui bahwa Autistik di tangani oleh PLB? Sedangkan PLB kurang dikenal masyarakat, mereka lebih mengenal Autistik ditangani oleh Guru PLB ?
  3. Terapi banyak dilakukan oleh anak Autistik dalam penyembuhan, apakah ada terapi hemat lain yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk menangani anaknya yang mengidap Autistik ? apakah bisa disembuhkan?

The End

BIMBINGAN KONSELING PERKEMBANGAN_PUNYA KARIMA_

February 5th, 2009

* Ini materi perkuliahan semester 2 di Jurusanku “Special need Education” University of Education Indonesia

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Bimbingan dan konseling merupakan suatu layanan yang memberikan suatu pengembangan yang efektif kepada setiap individu yang berkaitan dengan pengembangan ketrampilan, pengetahuan, dan sikap dalam bidang pribadi-sosial, akademik, dan karir yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas-tugas perkembangan setiap individu.

Setiap individu perlu mengembangkan diri nya supaya lebih dapat menggali potensi yang ada dalam dirinya untuk memperoleh hasil yang maksimal di masa yang akan datang.

  1. Tujuan

Tujuan dari penulisan ini antara lain sebagai berikut :

    1. Untuk mengetahui definisi dari bimbingan dan konseling perkembangan,
    2. Untuk mengetahuivisi dan misi dari bimbingan dan konseling perkembangan,
    3. Untuk mengetahui program dari bimbingan dan konseling perkembangan,
    4. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bimbingan dan Konseling.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Definisi Bimbingan dan Konseling Perkembangan

Bimbingan adalah proses pemberian bantuan terhadap semua individu yang berkaitan dengan pengembangan ketrampilan, pengetahuan, dan sikap dalam bidang pribadi-sosial, akademik, dan karir yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas-tugas perkembangan mereka.

Konsep bimbingan dan konseling perkembangan mengandung implikasi bahwa target layanannya menjadi tidak sebatas individu saja, melainkan akan tertuju kepada semua individu dalam berbagai kehidupan di dalam masyarakat. Perkembangan yang sehat atau optimal dalam pengembangan perilaku efektif harus terjadi pada setiap diri individu dalam berbagai tatanan lingkungan. Dengan demikian bimbingan dan konseling menjadi terarah kepada upaya membantu indvidu untuk lebih menyadari dirinya dan cara-cara ia merespon lingkungannya, mengembangkan kebermaknaan pribadi dalam perilakunya dan mengembangkan serta mengklasifikasi perangkat tujuan dan nilai-nilai perilaku pada masa yang akan datang. Strategi layanan bimbingan dan konseling menjadi terarah kepada upaya menata dan menciptakan ekologi perkembangan atau lingkungan belajar yang memfasilitasi perkembangan individu.

Bimbingan dan konseling perkembangan didasarkan pada beberapa asumsi diantaranya ;

1.Watak dasar manusia mendorong individu ke arah perkembangan diri secara positif dan berurutan

2. Konseli bukanlah individu yang sakit

3. Konseling dipusatkan pada situasi saat ini dan yang akan dating

4. Konseli bukanlah pasien

5. Konselor/guru BK bukanlah individu yang netral/bebas nilai-nilai
6. Konseli adalah individu yang unik untuk mengembangakan identitas dirinya

dan mengintegrasikannya kedalam gaya hidupnya

Tujuan Bimbingan dan Konseling Perkembangan

1.Membantu individu untuk mencapai perkembangan optimal sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, kemampuan, bakat, minat, dan cita-citanya..

2.Mengenal lingkungan dirinya yang meliputi lingkungan pendidikan, pekerjaan, sosial kemasyarakatan, dan alam.

3.Membuat keputusan dan pilihan secara realistis.

4.Merumuskan rencana pribadinya yang berkaitan dengan rencana pendidikan, karir, dan rencana kehidupan lainnya

5.Mewujudkan potensi dan mengembangkan minat dan cita-citanya.

6.Membantu individu agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial, akademik, dan karir sebagai berikut (Pedoman Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia, 2007).

Topik-topik dalam pelayanan dasar bimbingan ;

1. Tugas Perkembangan diri sebagai individu yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa meliputi topik-topik ;

-memahami secara lebih luas dan mendalam, meyakini dan menjalankan kaidah-kaidah agama yang dianutnya (bimb. Pribadi)

-memahami, menjalankan, hubungan sosial berdasarkan kaidah-kaidah agama yang dianut (Bimbingan sosial)

-memahami dan mewujudkan kegiatan-kegiatan belajar sesuai dengan kaidah-kaidah ajaran agama (Bimbingan belajar)

-memahami dan menjalankan kaidah-kaidah agama dalam pengarahan diri untuk pengembangan karir

2. Tugas Perkembangan ; mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat, meliputi topik-topik ;

- memahami dan menerima perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri (bimb. Pribadi)

-memahami dan menjalankan pola hidup sehat (bimb. Pribadi)

-memahami bahwa perubahan fisik dan psikis mempengaruhi hubungan sosial serta bersikap empati kepada orang lain yang sedang mengalami perubahan fisik dan psikis (bim. Sosial)

-memahami pengaruh perubahan fisik dan psikis terhadap kegiatan belajar serta mampu mengatasi kesulitan yang terjadi akibat perubahan fisik dan psikis dalam kegiatan belajar (bim. Belajar)

-memahami bahwa kondisi fisik dan psikis mempengaruhi pengembangan persiapan karir serta mengembangkan kondisi fisik dan psikis yang sehat untuk pengembangan karir (bimb. Karir)

-mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita

-memahami, menerima dan menjalankan peran pribadi dalam kelompok sebaya sebagai pria atau wanita (bimb. Pribadi)

-mampu menjalin hubungan sosial dengan teman sebaya sesaui perannya sebagai pria atau wanita (bim. Sosial)

-Mewujudkan pengaruh positif dan menghindari pengaruh yang negatif dari hubungan teman sebaya terhadap kegiatan belajar (bimb. Belajar)

-memanfaatkan hubungan teman sebaya dalam upaya pengembangan persiapan karir dan memahami bahwa pria dan wanita mempunyai kedudukan yang sama dalam bekerja dan mengembangkan karir

3. Tugas perkembangan ; memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan sosial yang lebih luas

- memahami dan menjalankan nilai dan cara bertingkah laku pribadi dalam kehidupan diluar kelompok sebaya (bimb. Pribadi)

-memahami dan mampu menerapkan nilai-nilai dan cara berperilaku sosial dalam kehidupan diluar kelompok sebaya (bimb. Sosial)

-memahami pengaruh hubungan dalam kehidupan sosial yang lebih luas terhadap kegiatan belajar serta mewujudkan pengaruh positif dan menghindari pengaruh negatif dari hubungan dalam kehidupan sosial yang lebih luas terhadap kegiatan belajar

4. Mengenal bakat, minat, serta arah kecenderungan karir dan apresiasi seni

- Memahami kemampuan, bakat dan minat yang dimiliki dan arah kecenderungan

karir sesuai dengan bakat dan minat (bimb. Pribadi).

-Mengenal aspek-aspek sosial terhadap kemampuan , bakat dan minat (bimb. Sosial)
- Memahami aspek-aspek sosial dalam pengembangan karir dan dalam apresiasi seni (bimb. Sosial)

-Memahami pengaruh positif kemampuan, bakat dan minat sendiri terhadap kegiatan belajar serta pengaruh positif apresiasi seni terhadap kegiatan belajar (bimb. Belajar)

-memahami pengaruh kemampuan, bakat dan minat terhadap karir (bimb. Karir)

-mampu mengarahkan kecenderungan karir sendiri sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat (bim. Karir)

-mampu mengapresiasi berbagai jenis karir dalam bidang seni (bimb. Karir

 

  1. Visi Bimbingan dan Konseling Perkembangan

Visi pelayanan bimbingan dan konseling perkembangan antara lain adalah sebagai berikut :

1.Bimbingan dan Konseling sebagai ilmu dan profesi harus mampu memberikan sumbangan bagi dunia Pendidikan Nasional dan kehidupan masyarakat pada umumnya. Visi BK tidak lagi dibatasi pada setting sekolah, melainkan menjangkau bidang di luar sekolah yang memberikan nuansa dan corak pada penyelenggaraan pendidikan yang lebih sensitif, antisipatif, proaktif dan responsif terhadap perkembangan peserta didik dan warga masyarakat.

2.Dari sudut pandang BK sebagai profesi bantuan (helping profesion) layanan Bimbingan dan Konseling seharusnya diabdikan bagi peningkatan harkat dan martabat kemanusiaan dengan cara memfasilitasi perkembangan individu atau kelompok individu sesuai dengan kekuatan, kemampuan potensial aktual, serta kelemahan dan hambatan serta kendala yang dihadapi dalam perkembangan dirinya. Pandangan terhadap manusia dari segi potensinya yang positif adalah sesuatu yang memberikan ciri pada Bimbingan dan Konseling dalam konteks pendidikan, dan membedakan dari perspektif medis/klinis yang cenderung melihat dari sudut patologi.

3.Bimbingan dan Konseling tidak lagi hanya dipelajari sebagai perangkat teknik, melainkan sebagai kerangka berpikir dan bertindak yang bernuansa kemanusiaan dan keindividuan. Nuansa dimaksud lebih tampak dalam masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge based society) yang menempatkan orientasi kemanusiaan dan belajar sepanjang hayat sebagai sentral feature dari kehidupan masyarakat masa kini dan yang akan datang. Proses pendidikan tidak lagi sebagai proses parsial, melainkan merupakan proses holistik yang memadukan domain belajar, yang memadukan pendidikan umum dan kejuruan sebagai satu kontinum pengetahuan, nilai, kompetensi dan keterampilan. Dalam perspektif ini, Bimbingan dan Konseling memiliki peran membantu masyarakat kebutuhan belajar baru dan memberdayakan mereka dalam memperoleh keseimbangan hidup, belajar dan bekerja. Bimbingan dan Konseling menjadi proses sepanjang hayat (life long counseling) yang dapat diakses secara kelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat berorientasi holistik, mampu menyediakan layanan dalam rentang yang luas dan bervariasi, termasuk kelompok warwa masyarakat yang tak beruntung.

4.Pendekatan BK bergeser dari supply-side ke demand-side dengan melakukan upaya proaktif kepada masyarakat yang menjadi target layanan, menggunakan berbagai sumber dan teknologi informasi untuk memperkaya peran profesional, mengembangkan manajemen informasi dan jaringan kerja konselor serta memanfaatkan berbagai jalur dan setting layanan.

5.Profesi BK harus senantiasa terbuka untuk berkembang selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta tuntutan lingkungan akademis dan profesional, sehingga mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi dunia pendidikan nasional dan kehidupan manusia pada umumnya.

Selain itu juga Visi BK Perkembangan antara lain :

    1. Terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia.
    2. Mengembangkan potensi, kompetensi, atau tugas- tugas perkembangan peserta didik secara optimal, sehingga menjadi seorang pribadi manusia yang memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta sikap dan kemampuan profesional yang pada gilirannya akan mampu menyukseskan pembangunan nasional dan bersaing dalam era global.
    3. Penyelenggaraan bimbingan dan konseling tidak lepas dari nilai-nilai yang terkandung dalam agama, falsafah negara, perundang-undangan, konsep-konsep bimbingan.
    4. Layanan bimbingan merupakan tugas bersama semua personel sesuai dengan kinerjanya masing-masing.
    5. Bimbingan dan konseling diorientasikan kepada pengembangan pribadi individu yang berkemampuan belaja dalam berinteraksi secara sehat dan benar dalam lingkungannya.

  1. Misi Bimbingan dan Konseling Perkembangan

Pelayanan bimbingan dan konseling bertujuan untuk memberikan bantuan kepada individu untuk mengenal dan memahami diri dan lingkungan, mengarahkan diri, membuat alternatif pilihan dan mengambil keputusan dalam pemecahan masalah secara lebih tepat dalam rangka menuntaskan tugas-tugas perkembangan serta mewujudkan dirinya secara optimal. Layanan bimbingan dan konseling tidak hanya berurusan dengan perilaku salah suai atau bermasalah, juga tidak sekedar mencegah dasa perilaku bermasalah, melainkan mengembangkan aspek- aspek kepribadian secara menyeluruh.

Misi pelayanan bimbingan dan konseling perkembangan antara lain adalah sebagai berikut :

1.Misi edukatif, yaitu mendidik individu di dalam masyarakat dengan mengembangkan perilaku-perilaku efektif, baik perilaku jangka panjang, jangka pendek maupun keseharian.

2.Misi pengembangan, yaitu memfasilitasi perkembangan individu di dalam masyarakat ke arah perkembangan optimal melalui strategi dan pendekatan psiko-paedagogis sebagai upaya pengembangan lingkungan, pengembangan individu dan/atau lingkungan belajar.

3.Misi Pengentasan Masalah, yaitu memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.

  1. Program Bimbingan dan Konseling Perkembangan

Program bimbingan dan konseling perkembangan yang komprehensif terdiri atas beberapa elemen dan komponen yang harus disinergikan agar dapat mencapai tujuan yag ditetapkan secara efektif dan efisien. Untuk itu perlu dikelola secara sistematis melalui perencanaan, perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi (Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia, 2007)

Program bimbingan dan konseling perkembangan antara lain :

    1. Perencanaan

Perencanaanprosedur dan keputusan yang membantu konselor/guru BK antara lain :

a.Mengidentifikasi visi dan misi serta tujuan sekolah, sarana dan prasarana pendukung program bimbingan, dan kebijakan pimpinan sekolah

b.Mengidentifikasi karakteristik siswa dan kebutuhannya terhadap layanan bimbingan dan konseling. Hasil identifikasi menjadi masukan bagi perancangan program bimbingan dan konseling.

2. Perancangan

Perancangan program bimbingan dan konseling dengan menetapkan elemen dan komponen program bimbingan dan konseling perkembangan yang komprehensif terdiri dari :

a. Rasionel ;

Pada bagian rasionel, konselor mengemukakan ;

1. Dasar pemikiran tentang pentingnya program bimbingan dan konseling dalam keseluruhan program pendidikan di sekolah

    1. Alasan-alasan pentingnya individu mencapai penguasaan kompetensi sebagaimana yang dihasilkan program bimbingan dan konseling

3.Kesimpulan hasil analisis kebutuhan individu dan lingkungannya serta dukungan teori terkini dan kecenderungan profesi terhadap program dan rancangannya

4.Dan hal-hal lain yang dianggap relevan

 

3. Rencana Operasional (action Plan)

Rencana kegiatan (action plan) diperlukan untuk menjamin pelaksanaan program bimbingan dan konseling dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Rencana kegiatan adalah uraian detail dari program yang menggambarkan isi komponen program, baik kegiatan disekolah maupun diluar sekolah, untuk memfasilitasi individu mencapai tugas perkembangan tertentu.

Rencana operasional tersebut akan terwujud dengan melakukan aktifitas sebagai berikut;

1.Menetapkan aktifitas layanan bimbingan dan konseling yang didasarkan pada tujuan yang diharapkan dicapai individu

2.Menetapkan strategi pelayanan untuk membantu individu mencapai tujuan bimbingan yang diharapkan

3.Menetapkan alokasi waktu, biaya dan sarana prasarana yang diperlukan dalam menunjang pelaksanaan layanan bimbingan konseling

4.Menetapkan pelaksana layanan bimbingan dalam upaya membantu siswa menguasai kompetensi yang diharapkan dicapai

5.Menetapkan prosedur dan kriteria evaluasi keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling

6.Menyusun rancangan kegiatan bimbingan dan konseling dalam bentuk matrik atau lainnya sebagai program layanan bimbingan dan konseling selama satu tahun atau satu semester atau satu minggu atau satu hari. Rancangan tersebut sebagai program tahunan, program semester, program mingguan, program harian.

7.Menuliskan rancangan program bimbingan dan konseling yang telah ditetapkan dan kemudian mengirimkan rancangan program bimbingan dan konseling tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk memperoleh masukan dan partisipasi mereka dalam pelaksanaannya

Semoga Bermanfaat untuk adik Tingkatku, yang mengontrak mata kuliah ini..semangat ya

The End

PSIKOLOGI_PENDIDIKAN_WAJIB_DIBACA_OLEH ANAK upi_SEMANGAT YA!!

January 27th, 2009

1)Psikologi pendidikan adalah suatu disiplin psikologi yang berhubungan dengan masalah-masalah kependidikan, terutama mencakup masalah belajar dan belajar-mengajar.

a.Makna dari belajar adalah suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seorang berdasarkan praktik atau pengalaman tertentu. Proses belajar mengajar sebagai suatu rangkaian interaksi antara siswa dan guru dalam rangka mencapai tujuannya. Sedangkan mengajar adalah suatu proses penyampaian informasi ilmu pengetahua oleh guru kepada muridnya dalam rangka belajar dan menggunakan strategi belajar-mengajar yang tepat.

b.3 ciri khas perilaku belajar (minimal) :

§Terjadi perubahan pada perilaku dan pribadi siswanya

§Terjadi perubahan dalam hal penemuan informasi atau penguasaan keterampilan yang telah ada.

§Perubahan pada suatu bidang ilmu yang siswa ketahui, perubahan yang bersifat penambahan atau pengkayaan informasi atau pengetahuan atau keterampilan yang telah ada.

§Perubahan sikap dan tingkah laku yang tidak dikehendaki (misal : kebiasaan merokok, ekspresi, marah, takut, dan sebagainya )

§Bahwa perubahan intensional , dalam arti pengalaman atau praktik atau latihan itu dengan sengaja dan disadari dilakukannya dan bukan kebetulan

§Perubahan itu positif yaitu sesuai denga diharapkan siswa dan guru

§Perubahan itu efektif yaitu membawa pengaruh dan makna tertentu.

c.Faktor internal yang mempengaruhi belajar :

¨Adanya motivasi (drives) yaitu bahwa siswa harus menghendaki sesuatu

¨Adanya usaha bahwa siswa harus melakukan sesuatu

¨Adanya evaluasi dan pemantapan hasil yaitu bahwa siswa harus memperoleh sesuatu

d.Faktor dalam diri guru yang menghambat kemajuan belajar siswa :

©Situasi dan kondisi lingkungan belajar yang kurang kondusif / mendukung

©Materi pembelajaran yang rumit, sehingga kurang dipahami siswa

©Guru bertindak sewenang-wenang (misal melakukan tindakan kekerasan) sehingga menimbulkan trauma mendalam.

e.Guru harus memahami psikopen ?

§Dengan guru memahami psikologi pendidikan merupakan modal dasar dalam strategi belajar mengajar siswa. Tugas guru tidak pernah lepas dari aspek-aspek strategi belajar mengajar siswa. Tugas guru tidak pernah lepas dari aspek-aspek psikologis yang melatarbelakangi anak didiknya dalam proses belajar-mengajar karena itu penting sekali guru memahami dan dibekali dengan prinsip-prinsip dasar psikologis untuk mendukung peran guru yang harus mempersiapkan , melaksanakan , mengevaluasi dan membimbing proses belajar-mengajar.

2)Dalam pengelolaan PBM, seorang guru dituntut mampu memahami proses perkembangan dalam hubungannya belajar , mengajar, dan proses belajar-mengajar ?

a.Hubungan antara perkembangan dan belajar ?

Belajar merupakan perubahan perilaku dan pribadi secara keseluruhan dalam artian meskipun yang dipelajarinya itu hal yang bersifat khusus, namun pula mempunyai makna bagi totalitas pribadi individu yang bersangkutan sedangkan hubungannya dengan perkembangan adalah bahwa guru harus memahami perkembangan peserta didikagar perkembangan dari hasil proses belajar terus diamati sampai mencapai maksimal dalam proses belajar, guru menilai siswa dari awalnya tidak tahu menjadi tahu. Dalam proses tersebut adanya suatu perkembanga yang positif pada siswa. Perkembangan adlaah perubahan yang dialami oleh individu atau organisme menuju tingkat kedewasaan berlangsung secara sistematis.

b.Dimensi perkembangan perlu mendapatkan perhatian guru dlama PBM :

·2 Dimensi perkembangan emosional yang sangat penting diketahui oleh guru, ialah:

1).Senang tidak senang

2).Intensitas dalam term-kuat lemah atau halus-kasarnya atau dalam dangkalnya emosi tersebut!!

·Dimensi Emosional tersebut diidentifikasikan pengaruhdan manifestasinya ke dalam berbagai kecenderngan bentuk perilaku seperti sikap-sikap untuk menolak – menerima, mendekati- menjauh, berbuat-tidak berbuat, percaya tidak mempercayai, bahkan lebih dalam lagi meyakini-tidak meyakini terhadap objek-objek (termasuk dirinya sendiri) baik bersifat material maupun non material.

c.Hal yang dilakukan guru jika dhadapkan siswa yang mengalami hambatan perkembangan :

©Menghimpun data dan informasi selengkap dan seobjektif mungkin dengan melakukan pendekatan kepada siswa dan orang-orang terdekat siswa.

©Menciptakan hubungan baik dengan siswa

©Mengidentifikasikan hambatan perkembangan siswa

©Memilih alternatif solusi yang tepat dalam mengatasi hambatan

©Memantau perkembangan siswa dan melakukan evaluasi.

3)Mengajar pada hakekatnya adalah kegiatan mengembangkan seluruh ranah psikologis siswa melalui penataan lingkungan secara optimal sehingga terjadi proses belajar.

a.Tahapan umum dalam kegiatan mengajar :

ØPenerimaan input informasi

Pada tahap ini input informasi ( S: penjelasan, data, masalah, pemerintah, tugas dsb )

ØPengolahan informasi

Mentransformasikan informasi yang telah ada dalam memorynya ke dalam bahasa yang biasa dipergunakan dalam berfikirnya), menafsirkan lalu barulah tugas / masalah dipecahkan atau dikerjakan sehingga menghasilkan kesimpulan, generalisasi interpretasi dan keputusan tertentu.

ØEkspresi hasil informasi

Tahap ini siswa memilih menggunakan dan menggerakan istrumen untuk mengekspresikan hasil pengolahan dam tafsiranya sehingga menghidupakan seperangkat pola-pola sambutan berupa lisan atau tulisan. Ataupun tindakan bergantung pada informasinya”respon itu tidak akan tampak kalau informasi tidak terolah oleh siswa.

b.Mengajar itu ilmu atau seni ?

Mengajar itu perpaduan antara ilmu dan seni, tidak bisa di pisahkan satu sama lainnya karena berhubungan erat. Setiap guru harus memiliki syarat-syarat kualifikasi pendidikan dan ilmu yang tinggi. Serta guru pun harus memiliki seni dalam mengajar agar proses belajar mengajar menjadi efektif. Karena percuma jika guru yang sudah memiliki standar keilmuanya yang baik. Tanpa di imbangi dengan cara mengajar yang baik. Malah menjadi percuma, hakikatnya seni mengajar itu dapat di apresiasikan sesuai kemampuan gurunya. Semakin gurunya kreatif, maka pembelajaran akan semakin kondusif. Karena guru harus mampu menciptakan suasana kondusif, dan menyenangkan bagi peserta didiknya.

c.”Pengajar adalah model belajar bagi siswanya”

Karena guru adalah sosok orang yang patut di gugu dan di tiru. Baik ucapan dan perbuatannya. Tugas guru sebagai pendidik dan pengajaryang antara lain penguasaan atas sejumlah kompetensi dasar psikologis (pengetahuan, keterampilan dan sikap tertentu ). Siswa mencontoh apapun yang dilakukan guru karena menganggap guru adalah model pembelajaran yang baik untuk mereka.

d.Psikologis : persyaratan guru mengajar optimal !

oCiptakan situasi dan kondisi lingkungan dalam suasana menyenangkan untuk belajar.

oGuru harus memiliki standar kualifikasi pendidikan formal.

oTersedianya peralatan sekolah yang memadai

oMempunyaistrategi belajar mengajar yang tepat

oAdanya kerjasama dari semua pihak baik sekolah, guru dan siswa

4)Dalam evaluasi hasil belajar, secara umum dikenal istilah Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP) , namun dalam dunia PLB dikenal pula istilah Penilaian Acuan Pribadi.

  1. Perbedaan PAN dan PAP

©PAP adalah cara mempertimbangkan taraf keberhasilan siswa dengan memperbandingkan prestasi yang dicapainya dengan kriteria yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

©PAN adalah cara mempertimbangkan taraf keberhasilan belajar siswa dengan jalan memperbandingkan prestasi indiviual siswa dengan rata-rata prestasi teman nya, lazim dalam kelompoknya!

Perbedaan normanya : dalam PAP angka batas lulus itu lazim nya dipergunakan angka nilai 6 dalam skla 10, atau 60 skala 100 (filosofinya adalah teory Mastery Learning) yaitu syarat kecakapannya terpenuhi harus 60% dan hasilnya di harapkan.

Dalam PAN : 1) ukuran rata-rata prestasi kelompoknya

2) ukuran penyebaran nilai prestasi

3) ukuran penyimpangan dari ukuran rata-rata restasi kelompok

  1. Penilaian Acuan Pribadi

Cara mempertimbangkan taraf keberhasilan siswa dengan memperbandingkan prestasi individual siswa disesuaikan dengan kemampuannya. Dan bersifat khusus.

5)Akhir-akhir ini dunia Pendidikan kita telah dipojokan oleh media massa terkait dengan banyaknya perilaku kekerasan, baik yang dilakukan oleh guru maupun antar siswa sehingga dianggap sudah kacau dan kehilangan identitas.

a.menurut saya, perilaku kekerasan dalam dunia pendidikan sangatlah tidak terpuji sosok guru yang dihormati dan di segani menjadi sirna. Kekerasantersebut sangat dilarang keras oleh pemerintah telah diatur lama UU tentang hak perlindungan anak. Harusnya guru memberikan dahulu peringatan dengan bijaksana jika anak tetap melanggar maka bisa dengan hukuman tahap ringan dan tidak boleh memukul wajah.

b.Media elektronik yang banyak memicu tindak kekerasan pada anak, anak kerap kali menonton televisi tanpa pengawasan orangtua dan bimbingannya. Boleh tidaknya hal tersebut dilakukan. Budaya adat istiadat sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian anak. Misal adat diwajibkan bahwa setiap laki-laki harus bisa bertarung.

c.Nilai sosial , agama. Dan norma- yang berlaku di masyarakat mulai samar-samar dan cenderung hilang karena sifat manusia yang semakin individualistik.

6)Secara terbuka , berikalah kritik dan saran anda terhadap pelaksanaan Mk. Psikologi pendidikan gua perbaikan dalam perkuliahan mendatang.

Mahasiswa masih blum memahami secara jelas psikopen penyampaian materi belum maksimal. Sikon yang kurang kodusif saat belajar karena siang hari panas sekali, harusnya waktuya di pindah ke pagi.

Terima kasih, Salam berkarya untuk pendidikan lebih baik !!

INI mata kuliah Psikologi Pendidikan di kontrak waktu semester 2

The End

all about_Tunanetra_Story_baca ttg cerita fenomenal ini_ moga bisa jadi bahan renungan

September 19th, 2008


v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Tahoma; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:1627400839 -2147483648 8 0 66047 0;} @font-face {font-family:”Bermuda Solid”; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-alt:”Cambria Math”; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} a:link, span.MsoHyperlink {mso-style-priority:99; mso-style-unhide:no; color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; color:purple; mso-themecolor:followedhyperlink; text-decoration:underline; text-underline:single;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

All about is Tunanetra lives

By : karima Nurfitria

menceritakan tentang kehidupan Tunanetra dimasa – masa sulit

Seorang yang tegar itu berjalan sendiri,

Tanpa ditemani oleh siapapun

Hanya tongkat yang menemaninya ketika dia terjatuh,

Tersungkur ke tanah

Terperosok ke got

Menjadi hal yang biasa dalam kehidupannya (karima_berkarya : 260808)

Pernahkah terfikir kawan ? tentang anak luar biasa di sekitar kita. Sangat ironis memang banyak orang-orang yang tidak peduli akan nasib saudara kita satu ini, anak tunanetra sangat banyak di temukan sampai kepersimpangan jalan. Mereka sedang menunggu , menunggu uluran tangan kita. Menunggu uluran kasih sayang kita. Apakah kita tidak tergerak ?

Tunanetra itu menjadi pengemis di jalanan, di bis, dan di tempat – tempat umum lainnya. Mereka bingung hendak mencari uang dimana? pabrik-pabrik yang berjajar megah di Bandung jarang ada yang menerima mereka sebagai pekerja. Paling menjadi pekerja dengan upah kecil, padahal mereka adalah anak harapan bangsa.

Prestasi Imam di kampus cukup mebanggakan dengan keterbatasannya dia yang tidak bisa melihat, tak membuat semangat imam padam. Semester kemarin dia mendapatkan IP 3,00 sudah termasuk anak yang cerdas dan sangat berkompetensi. Daya ingatnya yang sangat luar biasa membuat kagum siapa saja yang mengenalnya. Imam bukanlah orang yang kaya, dia adalah anak pertama dari tujuh bersaudara.Ayahnya bekerja menjadi kuli bangunan dan ibunya menjadi ibu rumah tangga, sebagai anak pertama yang seharusnya menjadi tumpuan adik-adiknya, dengan keterbatasan yang dia miliki. Lulus SMP dia langsung merantau ke Bandung dan meneruskan SMA khusus di kota Bandung

Keinginan kerasnya untuk kuliah sempat di tentang orang tua,apalagi kalau bukan faktor ekonomi. Namun Imam tetap bersih keras, perjuanganya agar bisa kuliah di Universitas negeri tercapai sudah, Menyisihkan dari beribu-ribu pendaftar yang ingin masuk.

Saya termasuk sahabat dekat dengannya, semester pertama uang masuk universitas di tangguhkan waktu diperpanjang. Wajahnya sudah risau dan gelisah di tiap harinya. Saya pun bertanya padanya apa yang membuat imam tidak semangat ? imam tidak menjawab, saya memaksanya dan akhirnya dia mengatakan sesuatu bahwa uang masuk universitas belum di bayar. Akhirnya, imam punya seorang kenalan yang sangat peduli dengan nasib anak luar biasa. Di suatu pertemuan dengan ibu tersebut akhirnya membantu imam setengah dari uang yang dibayarkan.

Bukan tidak berbuat apa-apa seorang imam itu, dia terus bekerja keras mengumpulkan uang itu dengan berjualan diasrama sebagai penjual kopi. Meskipun hasil yang di dapat kecil,tapi hasil uang itu untuk kebutuhan sehari-hari dan pergi ke kampus.

Imam sudah biasa berangkat ke kampus sendiri, dia naik angkot dan imam sudah hapal angkot mana yang harus dia naiki dengan kacamata batin, dalam hal turun pun dari angkot imam sudah tahu bahwa dia harus turun dimana. Saya pernah menanyakan ini padanya, mengapa dia bisa seperti itu tanpa ada orang yang membantunya, karena jujur saja ada Tunanetra yang tidak bisa berjalan sendiri tapi harus di tuntun kemanapun dia pergi,tapi imam adalah sosok yang tegar.

Tunanetra bisa melihat yang cantik?”Dalam suatu forum diskusi saat kuliah kami misalnya : seorang dosen pernah menanyakan pada anak-anak dikelas yang ada sebagaian Tunanetra. Mereka dengan lantang menjawab”bisa melihat yang cantik?”padahal Tunanetra tidak bisa melihat. Malah Imam pernah berkata pada saya bahwa dia tahu wajah saya yang aslinya,dia pernah melihat saya di dalam mimpi situasi kuliah”yah, jelaslah saya kaget. Mana mungkin?? namun Banyak mysteri di kehidupan Tunanetra, seperti mempunyai indera ke enam yang telah di persiapkan Alloh untuk mereka yang sabar dan ikhlas.

**penulis sekarang sedang kuliah di jurusan pendidikan Luar biasa yang konsen menangani anak-anak luar biasa : Tunanaetra,Tunarungu,Tunagrahita,Tunadaksa,Tunalaras,Gifted, Authis,ADHD dan LD. Di sebuah Universitas Ternama di kota Bandung.

Biodata penulis

Nama Lengkap : Karima Nurfitiria

Alamat lengkap : Jln. Gerlong girang 57 kel. Sukasari

Kab. Bandung 40153

No.Tlp : 022-2011530

No.HP : 08997805115 / 085722321535

Email : khara.cinta@yahoo.com

: khara_cinta@yahoo.com

Jurusan / Fakultas : pendidikan luar biasa / FIP

Moto hidup : keep your spirit and always smile

No. Rek BNI atas nama karima nurfitria :0131849126

The End